Polling Bulan Ini

Bagaimana pelaksanaan proses akademik di semester genap ini?

Kurang
Cukup Bagus
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Lihat Hasil Polling
Download Terbaru
Hubungi Sekretariat
  • Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi kami

    Telp: 0254-376653
    Fax :0254-376653
    Email : info@stiealkhairiyah.ac.id
  • Peraturan Akademik
    Share this article on :

    PERATURAN AKADEMIK, PEDOMAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DAN PEDOMAN PENILAIAN KEMAJUAN BELAJAR MAHASISWA

     

     

       Sistem Pendidikan

     

    Penyelenggaraan pendidikan di STIE Al – Khairiyah, sebagaimana pendidikan tinggi lain di Indonesia, menggunakan Sistem Kredit Semester. Sistem ini mempunyai pengertian dasar yang menjadi pedoman pelaksanaan.

     

    1. Pengertian Semester

    Semester adalah waktu terpendek untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan untuk suatu jenjang satu semester setara dengan 12 – 14 minggu kerja. Penyelenggaraan program pendidikan selama satu semester merupakan pendidikan yang bulat, yang berarti sejak proses pendidikan dalam semester itu di nilai dan berakhir dengan evaluasi.

     

    2. Pengertian Sistem Kredit Semester

    S

    emua kegiatan akademik termasuk perkuliahan mempunyai bobot yang diukur menurut sistem kredit semester (SKS). Sistem kredit adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan beban studi mahasiswa, beban kerja tenaga pengajar dan beban penyelenggaraan program lembaga pendidikan dinyatakan dalam kredit semester.

    Di dalam Sistem Kredit Semester diterapkan satuan kredit semester yang disingkat (sks), yaitu satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha kumulatif bagi suatu program tertentu, serta usaha untuk menyelenggarakan pendidikan bagi pendidikan tinggi, khususnya tenaga pengajar.

     

    Ciri-ciri Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sebagai berikut :

    1. Memiliki variasi dan keluwesan program yang memungkinkan mahasiswa menyusun komposisi mata kuliah sesuai dengan kurikulum program studi serta sesuai pula dengan kemampuan dan minatnya.
    2. Mempunyai variasi dan keluwesan program yang memungkinkan mahasiswa menyusun kombinasi mata kuliah dengan mengambil dari berbagai program studi.
    3. Memungkinkan mahasiswa mengambil mata kuliah di semester atas  untuk mempercepat penyelesaian studinya.
    4. Memungkinkan mahasiswa merencanakan berbagai kegiatan ekstra kurikuler, dengan jalan mengambil beban studi per semester yang jumlah sks-nya kurang dari seharusnya. 

    3.   Tujuan Sistem Kredit Semester (SKS)

    Penerapan Sistem Kredit Semester dalam menyelenggarakan pendidikan di STIE Al – Khairiyah bertujuan untuk :

    1. Memberi kesempatan kepada mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
    2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam batas-batas tertentu untuk memilih kegiatan pendidikan sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan masing-masing.
    3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melatih diri dalam mengorganisasikan kegiatan seefisien dan seefektif mungkin.
    4. Memudahkan penyeseuaian kurikulum dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.
    5. Memungkinkan dan memudahkan pengalihan kredit antar program studi dalam lingkungan STIE Al – Khairiyah.
    6. 3.      Nilai Kredit Semester

    Besarnya nilai kredit semester setiap mata kuliah disesuaikan dengan jenis penyelenggaraan mata kuliah tersebut.

    1. Nilai 1 (satu) SKS untuk perkuliahan ditentukan berdasarkan atas beban kegiatan yang meliputi tiga macam kegiatan per minggu, yaitu :

    1)      Untuk Mahasiswa :

    a)      Selama 50 Menit, acara tatap muka terjadwal dengan tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk kuliah

    b)      selama 60 menit, acara kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi yang terjadwal tetapi direncanakan oleh tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk membuat tugas atau meyelesaikan soal-soal.

    c)      Selama 60 menit acara kegiatan mandiri untuk mendalami, mempersiapkan, atau untuk tujuan suatu tugas akademik lain, misalnya dalam bentuk membaca buku-buku referensi.

    2)      Untuk tenaga pengajar :

    a)      Selama 50 menit, acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa,

    b)      selama 60 menit, acara perencanaan dan evaluasi akademik berstruktur

    c)      Selama 60 menit  pengembangan materi perkuliahan.

     

        Beban Studi

     

    1. Beban studi semester adalah jumlah kegiatan yang diikuti oleh seorang mahasiswa pada suatu semester yang ditakar dengan jumlah SKS.
    2. Beban studi mahasiswa dalam satu semester ditentukan atas dasar kemampuan akademik dan waktu rata-rata yang dipunyai mahasiswa masing-masing.
    3. Beban studi maksimum bagi seorang mahasiswa tiap semester hendaknya ditentukan oleh indeks prestasi (IP) mahasiswa yang bersangkutan pada semester yang baru berakhir. Maksimum beban studi 27 sks, jumlah dan susunan mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa tiap semester ditetapkan dengan menggunakan KRS (Kartu Rencana Studi) dengan bimbingan dan persetujuan Dosen Pembimbing Akademik.
    4. Jumlah maksimum beban studi tiap semester 27 sks, beban sks maksimum yang dianjurkan menurut IP semester sebelumnya seperti dapat dilihat pada Tabel berikut:

    Nomor

    IP

    Maksimum SKS Per Semester

    1

    3.50 -  4.00

    27 sks

    2

    2.50 -  3.49

    25 sks

    3

     2.00 -  2.49

    21 sks

    4

    < 2.00

    17 sks

     

    1. Dengan alasan  yang sah mahasiswa dapat mengambil beban studi minimum 17 sks tiap semester, kecuali bagi mahasiswa yang sisa beban studinya kurang dari 17 sks.
    2. Pada semester pertama dan kedua, setiap mahasiswa baru dapat mengambil seluruh SKS yang ditawarkan untuk semester tersebut dengan catatan tidak lebih dari  21 SKS.

     

      Tahun Akademik

     

    P

    ada umumnya Tahun Akademik dimulai setelah secara resmi mahasiswa baru diterima. Tahun Akademik dibagi menjadi dua bagian yang dinamakan Semester Ganjil dan Semester Genap. Masing-masing Semester berlangsung sekitar enam belas minggu.  

     

    Perwalian

    P

    engertian perwalian atau bimbingan studi adalah segala kegiatan yang membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studinya, antara lain membimbing mahasiswa dalam pengambilan program studi pada setiap awal semester, membimbing mahasiswa dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi, serta membimbing mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan lain yang dipandang perlu.  Setiap dosen yang ditunjuk menjadi dosen wali, ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Ketua atas usulan Ketua Program Studi.

     

    Masa Studi

     

    1. Program Sarjana Strata 1 ( S 1 ) di jadwalkan 8 semester dan dapat ditempuh kurang dari 8 semester dengan batas waktu studi paling lama 12 semester terhitung sejak terdaftar sebagai mahasiswa pada semester pertama.
    2. Mahasiswa yang melampaui batas waktu studi maksimum 12 semester dikeluarkan dari STIE Al -Khairiyah oleh Ketua, setelah memperhatikan pertimbangan dari Wakil Ketua I (WAKA I). Apabila selama masa studi, mahasiswa berhenti dan tidak terdaftar sebagai mahasiswa selama satu semester, tanpa memperoleh ijin maka mahasiswa tersebut di nyatakan gugur atau berhenti. Sedangkan apabila mahasiswa tersebut mendapatkan ijin secara tertulis dan resmi dari Ketua STIE Al – Khairiyah atas usulan Ketua Program studi dan Dosen Pembimbing Akademik, maka jangka waktu selama mahasiswa tersebut berhenti sementara, tidak diperhitungkan untuk penentuan batas waktu studi.

     

    Perpanjangan Masa Studi

     

    1. Perpanjangan masa studi adalah yang diberikan oleh Ketua STIE Al - Khairiyah berupa surat Keputusan kepada mahasiswa untuk menyelesaikan studi lebih dari 12 semester dengan alasan yang sah.
    2. Waktu perpanjangan studi diberikan kepada seorang mahasiswa selama-lamanya 2 semester dan dihitung sejak tanggal berakhirnya masa 12 semester.
    3. Permohonan ijin perpanjangan masa studi diajukan oleh mahasiswa selambat-lambatnya satu bulan sebelum masa studinya berakhir.
    4. Tata cara mengajukan permohonan perpanjangan masa studi adalah sebagai berikut:
      1. Permohonan diajukan secara tertulis kepada Ketua STIE Al Khairiyah
      2. Permohonan tersebut dilampiri format izin permohonan perpanjangan masa studi yang telah diisi lengkap serta surat pernyataan dan rencana kerja penyelesaian studi yang disetujui oleh Pembimbing Akademik dan Ketua Program studi.
      3. Syarat mahasiswa yang mengajukan perpanjangan masa studi adalah mahasiswa terdaftar pada semester berjalan (dengan menunjukkan bukti pembayaran SPP semester berjalan) yang sudah atau sedang menyelesaikan tugas akhir, dan/atau sudah mahasiswa melaksanakan seminar proposal dilanjutkan dengan ujian skripsi.

     

     

    Pembimbing Akademik

     

    U

    ntuk membantu para mahasiswa dalam rangka menyelesaikan program studinya, STIE Al – Khairiyah menyediakan Pembimbing Akademik (PA). PA adalah dosen atau karyawan edukatif yang ditunjuk dan diserahi tugas membimbing sekelompok mahasiswa yang bertujuan untuk membantu mahasiswa di dalam menyelesaikan studinya secara cepat dan seefisien mungkin sesuai dengan kondisi dan potensi individual mahasiswa.

    Dalam menyelenggarakan program pendidikan yang berdasarkan Sistem Kredit Semester, bimbingan akademik terhadap mahasiswa perlu dilakukan. Jumlah mahasiswa yang dibimbing oleh pembimbing akademik disesuaikan dengan kemampuan program studi secara idealnya tiap pembimbing akademik membimbing paling banyak 25 orang mahasiswa.

     

    Tugas dan kewajiban Pembimbing Akademik adalah sebagai berikut :

     

    1. Menguasai program pendidikan yang disajikan berikut seluk–beluk tata organisasinya
    2. Membantu mahasiswa di dalam menyusun rencana studi secara lengkap dan program khusus yang dipilih
    3. Membantu mahasiswa di dalam menyusun  program selama satu semester sesuai dengan beban belajar mahasiswa dan perubahannya
    4. Menampung masalah akademik yang dihadapi mahasiswa bimbingannya dan turut berusaha mencarikan cara penyelesaiannya
    5. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas
    6. Menghadiri rapat pembinaan yang diselenggarakan oleh STIE Al – Khairiyah

     

    Untuk menjadi PA diutamakan dosen tetap atau dosen tidak tetap yang telah memiliki jabatan akademik dengan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan program studi mahasiswa yang diasuhnya dan telah berpengalaman di bidang Tri Dharma sekurang-kurangnya tiga tahun.

     

     

     

    Cuti Akademik

     

     

    C

    uti akademik adalah pembebasan mahasiswa dari kewajiban mengikuti kegiatan akademik selama jangka waktu tertentu. Cuti secara keseluruhan dapat diberikan sebanyak-banyaknya dua semester dan sekurang-kurangnya satu semester, dengan catatan tidak diambil dari dua semester berturut-turut.

     

    Alasan Cuti Akademik yang dapat diterima antara lain adalah :

     

    1. Faktor kesehatan yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa mahasiswa yang bersangkutan harus istirahat efektif selama satu semester atau lebih.
    2. Faktor lain yang dapat dipertimbangkan untuk memperoleh cuti akademik yang diperkuat dengan surat keterangan atau rekomendasi dari pejabat yang berwenang dan atau orang tua/wali mahasiswa.

     

    Ketentuan atau Syarat Pengajuan Cuti Akademik :

     

    1. Mahasiswa sudah menginjak semester tiga
    2. Mahasiswa belum mengisi dan atau mengambil KRS sampai dengan batas akhir pengambilan KRS
    3. Pengurusan cuti akademik diajukan selambat-lambatnya satu bulan setelah perkuliahan berjalan, lewat dari yang sudah ditentukan akan dikenakan sanksi administrasi
    4. Membayar biaya cuti akademik sebesar 50% dari biaya SPP yang telah ditentukan oleh bagian keuangan
    5. Cuti akademik dapat diberikan paling lama satu semester, dan selama mengikuti pendidikan hanya diberikan paling lama 2 (dua) semester atau dua kali cuti
    6. Cuti akademik tidak boleh lebih dari dua semester berturut-turut
    7. Pengurusan cuti akademik ini dapat diwakilkan
    8. Pemberian cuti akademik di luar ketentuan-ketentuan yang disebutkan di atas ditetapkan oleh Ketua STIE Al – Khairiyah dengan memperhatikan hal-hal tertentu
    9. Surat cuti akademik diterbitkan oleh Ketua STIE Al – Khairiyah dengan tembusan Kepala BAAK, Ketua Prodi dan Pembimbing Akademik

    10.  SPP penuh yang sudah dibayar yang termasuk dalam masa cuti akademik tidak dapat diminta kembali, dan dalam hal ini mahasiswa yang bersangkutan dibebaskan dari SPP cuti akademik

    11.  Sanksi Cuti Akademik :

    1. Bilamana batas waktu cuti akademik telah habis dan mahasiswa yang bersangkutan tidak mengajukan permohonan aktif kembali, maka semester atau tahun akademik berikutnya diperhitungkan dalam masa studi dan dikenakan kewajiban membayar biaya SPP penuh
    2. Apabila mahasiswa yang bersangkutan tidak mengajukan permohonan aktif kembali sampai dua semester berikutnya, maka mahasiswa tersebut dinyatakan mengundurkan diri dan dikeluarkan dari STIE Al – Khairiyah.

     

     

    Prosedur Pengajuan Cuti Akademik

     

    1. Mahasiswa mengambil dan mengisi formulir permohonan cuti yang disediakan BAAK
    2. Formulir diisi dengan benar dan dilampiri dengan :
      1. Satu lembar pas photo ukuran 2x3
      2. Surat Ijin cuti dari orang tua atau wali
      3. Foto copy bukti pembayaran SPP Semester Terakhir
      4. Foto copy bukti pembayaran Daftar Ulang dan SPP 50% semester masa cuti
      5. Foto copy KHS
    3. Formulir dan lampiran-lampirannya diserahkan kembali ke BAAK, setelah mendapat persetujuan dari Kepala BAAK
    4. Jika pengajuan cuti akademik disetujui, mahasiswa yang bersangkutan akan diberikan Surat Keterangan (SK) Cuti Akademik yang ditanda tangani oleh Ketua STIE Al – Khairiyah, dan dapat diambil di bagian keuangan atau administrasi kemahasiswaan
    5. Mahasiswa yang telah mendapatkan SK cuti akademik sudah sah menurut hukum dinyatakan cuti

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Aktif Kuliah Kembali

     

    Yang dimaksud aktif kembali adalah mahasiswa yang akan aktif kembali setelah mahasiswa tersebut cuti akademik atau tidak aktif pada semester sebelumnya.

     

    Ketentuan atau Syarat Pengajuan Aktif kembali adalah sebagai berikut :

     

    1. Mahasiswa yang aktif kembali mempunyai Surat Keterangan (SK) Cuti Akademik atau Surat Keterangan (SK) Tidak Aktif Semester sebelumnya beserta lampiran-lampirannya, jka mahasiswa tidak mempunyai Surat Keterangan yang dimaksud, maka wajib melapor terlebih dahulu ke BAAK untuk mengurus Surat Keterangan Tidak Aktif (lihat prosedur pengajuan cuti akademik)
    2. Permohonan aktif kembali diajukan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum registrasi dan pengisian KRS pada semester yang bersangkutan berakhir
    3. Mahasiswa akan mendapatkan Surat Keterangan Aktif Kembali dari BAAK
    4. Pengurusan aktif kembali dapat diwakilkan

     

    Prosedur pengajuan aktif kuliah kembali :

     

    1. Mahasiswa mengambil dan mengisi formulir pengajuan aktif kuliah yang disediakan BAAK
    2. Membawa poto copy Surat Keterangan (SK) Cuti Akademik atau Surat Keterangan (SK) Tidak Aktif beserta lampiran-lampirannya ke BAAK
    3. Membayar biaya kuliah semester yang akan berlangsung atau yang akan di ikuti pada Bank yang ditunjuk
    4. Membawa slip pembayaran beserta foto copyannya ke BAAK
    5. Mahasiswa akan mendapatkan Surat Keterangan (SK) Aktif kembali dari BAAK yang di tanda tangani oleh Ketua STIE Al – Khairiyah
    6. Mahasiswa yang telah mendapatkan SK Aktif Kembali sudah sah menurut hukum dinyatakan Aktif Kuliah Kembali
    7. Mahasiswa yang akan aktif kembali di luar cuti resmi, maka akan dikenakan biaya 50% dari jumlah akumulasi semester yang semestinya.

     

     

     

     

     

    Mahasiswa Pindahan

     

    Perpindahan Mahasiswa di STIE Al – Khairiyah dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu :

     

    1. 1.      Perpindahan antar Program Studi di lingkungan STIE Al – Khairiyah

     

    Pindah program studi yang dimaksud adalah pindah program studi yang terdapat dalam STIE Al – Khairiyah dan diajukan setelah mahasiswa mengikuti kuliah maksimal 2 (dua) semester.

    Ketentuan atau syarat pengajuan pindah Program studi :

    1. Mahasiswa yang mengajukan pindah program studi sudah menempuh maksimal 2 (semester).
    2. Nilai yang pernah diperoleh diperhitungkan pada program studi baru apabila ada kesetaraan mata kuliah.
    3. pengurusan pindah program studi tidak dapat dikuasakan

     

    Prosedur pengajuan permohonan Pindah Program Studi :

     

    1. Mahasiswa mengambil dan mengisi formulir permohonan pindah Program studi yang disediakan BAAK
    2. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani mahasiswa, Dosen wali, program studi dan Waka 1  dikembalikan ke BAAK dengan melampirkan :

    1)      1 (satu) lembar foto copy KHS  dan transkrip nilai terakhir

     

    1. Perpindahan dari luar lingkungan STIE Al – Khairiyah ke dalam lingkungan STIE Al – Khairiyah atau sebaliknya

     

    STIE Al – Khairiyah menerima mahasiswa pindahan dari Pendidikan Tinggi lain, baik dari program D3 ke program S1, maupun dari program S1 ke program S1.

     

    Ketentuan atau persyaratannya adalah :

     

    1. Selama memungkinkan, STIE Al – Khairiyah menerima mahasiswa pindahan dari Pendidikan Tinggi lainnya baik PTN maupun PTS
    2. Pendidikan tinggi asal dari mahasiswa yang pindah mempunyai akreditasi yang minimum sama dengan akreditasi program di STIE Al - Khairiyah
    3. Calon pindahan yang berpendidikan non-sks harus terlebih dahulu memiliki   konversi atau penyetaraan dengan sks yang disyahkan oleh STIE Al – Khairiyah
    4. Mengajukan permohonan ke WAKA I dengan disertai transkrip dan ijazah bagi lulusan D3
    5. Setelah WAKA I menyetujui, permohonan tersebut diproses di BAAK
    6. Bagian pendaftaran menyampaikan permohonan tersebut kepada Program Studi, disertai transkrip untuk menentukan konversi mata kuliah
    7. Semua mahasiswa pindahan sebelum diterima menjadi mahasiswa STIE Al – Khairiyah harus menyelesaikan administrasi keuangan
    8. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi oleh calon pindahan adalah :

    1)      IPK >= 2,00 (dua koma nol nol)

    2)      Nilai D paling banyak 2 (dua) buah

    3)      Yang bersangkutan tidak terancam DO (Drop Out) atau dikeluarkan dari Pendidikan Tinggi asal

    1. Berkas persyaratan mahasiswa pindahan harus dilengkapi dengan :
      1. Surat Keterangan Pindah dari Pendidikan Tinggi asal dua rangkap, apabila yang bersangkutan belum lulus di Pendidikan Tinggi asal tersebut
      2. Foto copy transkrip nilai dan ijazah terakhir yang telah dilegalisir oleh Pendidikan Tinggi /Kopertis, dua rangkap dan pas photo dua rangkap ukuran 2x3 dan 3x4 (khusus untuk D3), dan untuk pindahan biasa menyerahkan foto copy transkrip nilai sementara yang sudah dilegalisir oleh Pendidikan Tinggi asal,  Ijazah SMA yang telah dilegalisir oleh Sekolah asal dan pas photo dua rangkap ukuran 2x3 dan 3x4.
      3. Foto copy KTP, dua rangkap
      4. Foto copy bukti kewarganegaraan dan surat ganti nama, bila warga Negara keturunan asing dan telah ganti nama, dua rangkap

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Administrasi Akademik

     

    Administrasi akademik bertujuan untuk menciptakan mekanisme layanan administrasi akademik yang tertib, efisien dan efektif sehingga terbina kesatuan pemahaman dan tindakan serta disiplin dikalangan mahasiswa, staf administrasi dan pengajar.

     

    Proses Administrasi Akademik

     

    Yang dimaksud dengan proses administrasi akademik adalah keseluruhan kegiatan secara sistematik yang baik dan benar, proses tersebut meliputi :

    1. Seleksi calon mahasiswa
    2. Penyusunan Jadwal
    3. Pendaftaran (registrasi) dan pengambilan program
    4. Program studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK)
    5. Perkuliahan
    6. Ujian Semester (UTS dan UAS)
    7. Kuliah Kerja Mandiri (KKM)
    8. Skripsi
    9. Wisuda

     

     

    Proses Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS)

     

    Mahasiswa yang sudah membayar biaya kuliah akan datang ke BAAK untuk melakukan proses pengisian KRS langsung, di dalam pengisian KRS mahasiswa dapat berkonsultasi dengan dosen Pembimbing Akademik mengenai mata kuliah yang akan diambil, waktu perkuliahan dan lain-lainnya terkecuali untuk semester 1 dan 2.

     

    Ketentuan atau Syarat di dalam Pengisian KRS

     

    1. Berpakaian sopan dan bersepatu
    2. Membawa slip pembayaran yang sudah di foto copy
    3. Registrasi Daftar Ulang di BAAK
    4. Slip Pembayaran yang asli dan bukti kwitansi daftar ulang dapat ditukarkan dengan Formulir Rencana Studi di BAAK
    5. Selama pengisian KRS, bila terdapat hal yang kurang jelas dapat dikonsultasikan kepada Dosen Pembimbing Akademik masing-masing mahasiswa
    6. Setelah mengisi KRS dengan benar dan telah di tandatangani oleh dosen Pembimbing Akademik serta di paraf oleh Ketua program studi, formulir KRS tersebut diserahkan ke BAAK untuk ditukarkan dengan Kartu Absensi Mahasiswa.
    7. Setelah mendapatkan Kartu Absensi Mahasiswa, mahasiswa diharuskan menunggu waktu perkuliahan di mulai

     

     

     

    Perkuliahan

    Perkuliahan diselenggarakan dengan menerapkan Sistem Kredit Semester. Setiap mahasiswa pada awal semester diberi kesempatan untuk merencanakan sendiri beban studi dengan bimbingan dosen Pembimbing Akademik sesuai dengan prestasi yang dicapainya.

     

    Bentuk Perkuliahan

     

    Bentuk perkuliahan terdiri dari beberapa jenis, yaitu :

    1. Perkuliahan di Kelas dan atau di luar kelas
    2. Praktikum di Labotarium atau di lapangan
    3. Kuliah Kerja Mandiri
    4. Seminar
    5. Skripsi
    6. dan lainnya yang relevan

     

    Frekuensi Perkuliahan

     

    1. Jumlah minggu perkuliahan dalam satu semester adalah 14 – 16 minggu, termasuk ujian tengah dan ujian akhir semester, dengan perincian sebagai berikut :

    a.  Tatap muka                               : 14 – 16 Minggu

    b.  Ujian Tengah Semester            : 1 Minggu

    c.  Ujian Akhir Semester               : 1 Minggu

    1. Bagi dosen yang belum mencapai jumlah minimal 14 kali pertemuan, diharuskan melengkapi perkuliahan sebelum saat ujian mata kuliah tersebut dilaksanakan
    2. Untuk praktikum jumlah pertemuan 12 – 14 minggu


    Ketentuan Umum mengenai perkuliahan adalah sebagai berikut :

     

    1. Kegiatan perkuliahan terdiri atas kegiatan kuliah dan kegiatan praktikum.
    2. Satu tahun akademik penyelenggaraan perkuliahan dibagi menjadi dua semester, yaitu semester ganjil dan semester genap yang diatur dalam kalender akademik yang ditetapkan oleh Ketua STIE Al - Khairiyah.
    3. Selama kuliah atau praktikum berlangsung, peserta dan dosen/asisten dosen tidak diperkenankan merokok dan atau melakukan tindakan lain yang dapat mengganggu kelancaran perkuliahan.
    4. Tempat dan waktu perkuliahan diatur dengan jadwal perkuliahan yang ditetapkan oleh BAAK. Jadwal perkuliahan akan diumumkan oleh BAAK kurang lebih 2 – 3 minggu sebelum perkuliahan dimulai. Pada jadwal kuliah akan tercantum hari, waktu, mata kuliah, dan dosen pengajar ditiap-tiap kelas perminggunya.
    5. Waktu perkuliahan dimulai pukul 08.00 - 12.00 wib dari Hari Senin sampai Jum’at untuk kelas Reguler dan 19.00 – 21.00 wib dari Hari Senin sampai Jum’at untuk kelas non reguler. 
    6. Peserta perkuliahan dianggap sah apabila tercantum dalam daftar hadir peserta perkuliahan yang diterbitkan oleh BAAK.
    7. Semua mahasiswa diwajibkan mengikuti kuliah minimum 75 persen dari seluruh jam tatap muka yang terjadwal pada semester yang bersangkutan.
    8. Semua mahasiswa diwajibkan mengikuti seluruh jam praktikum yang terjadwal pada semester yang bersangkutan.
    9. Mahasiswa yang berhalangan mengikuti perkuliahan karena alasan yang sangat penting harus menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada dosen mata kuliah yang bersangkutan selambat-lambatnya pada hari perkuliahan berikutnya, dan selanjutnya meminta surat izin tidak mengikuti perkuliahan kepada Wakil Ketua I dengan melampirkan keterangan atau bukti pendukung.

    10.  Apabila ketentuan di atas tidak dipenuhi maka mahasiswa dianggap lalai mengikuti perkuliahan.

    11.  Mahasiswa diharuskan hadir di ruang perkuliahan sebelum kuliah dimulai.

    12.  Mahasiswa yang datang terlambat sesudah perkuliahan dimulai wajib meminta izin kepada dosen pengajar sebelum masuk ke ruang perkuliahan.

    13.  Mahasiswa yang datang lebih dari 15 menit sesudah perkuliahan dimulai tidak diperkenankan masuk ke ruang perkuliahan dan dianggap lalai mengikuti perkuliahan pada jam perkuliahan yang bersangkutan.

    14.  Mahasiswa yang hadir dalam perkuliahan wajib mengisi daftar hadir perkuliahan. Mahasiswa yang lalai tidak mengisi daftar hadir dianggap lalai mengikuti perkuliahan pada jam perkuliahan yang bersangkutan.

    15.  Selama mengikuti perkuliahan mahasiswa diwajibkan berpakaian rapi dan bersepatu sesuai dengan norma-norma kesopanan, kepantasan, dan ketentuan yang berlaku. Selama mengikuti perkuliahan mahasiswa dilarang melakukan aktivitas yang dapat menggangu jalannya perkuliahan dan ketenangan mahasiswa lain.

    16.  Dosen memberi peringatan kepada mahasiswa yang menggangu perkuliahan dan berhak mengeluarkan mahasiswa yang bersangkutan dari ruang perkuliahan apabila mahasiswa tetap mengganggu jalannya perkuliahan.

    17.  Mahasiswa yang karena keperluan yang sangat mendesak terpaksa meninggalkan tempat perkuliahan pada waktu perkuliahan berlangsung wajib meminta izin kepada dosen.

     

     

    Mata Kuliah

     

    Setiap mahasiswa diharuskan mengikuti semua mata kuliah wajib yang tercantum dalam kurikulum. tujuannnya agar para lulusan yang dihasilkan dapat mencerminkan citra bangsa dan dapat berciri lulusan STIE Al – Khairiyah. Untuk mencapai tujuan tersebut dan menjabarkannya ke dalam kurikulum, maka disusun sejumlah Mata Kuliah Umum (MKU), Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK), Mata Kuliah Keahlian (MKK). MKU, MKDK, dan MKK wajib diambil oleh setiap mahasiswa.

    Dalam Sistem Kredit Semester (SKS), tiap mahasiswa mendapat kesempatan mengembangkan diri sesuai dengan minatnya. adanya sejumlah Mata Kuliah Pilihan (MKP) dalam kurikulum, diharapkan dapat merangsang mahasiswa memperluas pandangannya atau memperdalam bidang ilmu yang dikajinya,

    Tata Cara Pengambilan Mata Kuliah

    1. Mata kuliah mengulang
      1. Mata kuliah mengulang adalah keikutsertaan kembali mahasiswa dalam perkuliahan untuk suatu mata kuliah tertentu dalam semester regular, yang pernah diikuti dalam semester regular sebelumnya.
      2. Ketentuan mengikuti mata kuliah mengulang bagi mahasiswa adalah sebagai berikut :

    1)      Wajib diikuti oleh mahasiswa aktif kuliah yang mendapatkan nilai akhir E untuk mata kuliah wajib, dengan pengulangan sebanyak-banyaknya sampai dua kali masa perkuliahan. Jika setelah mengikuti dua kali perkuliahan ulang tetap memperoleh nilai E untuk mata kuliah wajib, maka mahasiswa yang bersangkutan dikeluarkan dari STIE Al - Khairiyah.

    2)      Dapat diikuti oleh mahasiswa yang mendapatkan nilai akhir D dengan persetujuan dosen Pembimbing Akademik.

    3)      Jarak waktu antara semester pada waktu mengambil kuliah awal dengan mengambil kuliah ulang ke dua tidak boleh lebih dari 2 semester.

    1. Mahasiswa yang mendapatkan nilai akhir E untuk mata kuliah pilihan, dapat membatalkan nilai tersebut dengan mengajukan secara tertulis kepada Pembantu Ketua I sehingga nilai tersebut tidak dicantumkan dalam transkrip dan tidak dimasukkan dalam perhitungan IPK.
    2. Semua nilai dicantumkan dalam transkrip kecuali butir (c). Nilai hasil dari perkuliahan ulang diberi tanda asterik.
    3. Jumlah SKS yang dapat diambil dalam satu semester maksimum 27 SKS termasuk mata kuliah mengulang

     

    1. Mengambil mata kuliah yang lebih tinggi
      1. Mahasiswa yang boleh mengambil mata kuliah semester yang lebih tinggi harus memenuhi persyaratan, indeks prestasi kumulatif lebih besar atau sama dengan 3.00
      2. Mata kuliah yang diambil tidak boleh mata kuliah yang prasyaratnya belum di ambil pada semester yang telah lalu
      3. Mata kuliah yang diambil harus diikuti pada kelas yang memiliki waktu kuliah (pagi dan sore) sesuai dengan mahasiswa yang bersangkutan
      4. Jumlah SKS yang diambil termasuk mata kuliah yang diambil di kelas atas tidak boleh lebih dari 27 sks

     

     

     

     

     

     

     

     

    Perkuliahan Alih Semester

     

    P

    erkuliahan alih semester atau telah dikenal dengan sebutan Semester Pendek adalah perkuliahan yang dilaksanakan di antara dua semester dan pemanfaatan waktu luang mahasiswa untuk proses belajar mengajar diantara dua semester. Pelaksanaan semester pendek didasarkan pada prinsip membantu mahasiswa di dalam menyelesaikan studinya agar tepat waktu kelulusannya. Semester pendek untuk mata kuliah tertentu dapat diselenggarakan dengan persetujuan dosen Pembimbing Akademik dan ketua program studi dengan ketentuan sebagai berikut:

    1. Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan alih semester atau semester pendek diwajibkan membayar tambahan biaya di luar SPP sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan oleh STIE Al - Khairiyah, kecuali untuk biaya praktikum yang ditentukan oleh program studi yang bersangkutan. Jumlah minimum mahasiswa per kelas dalam perkuliahan ulang alih semester atau semester pendek ditetapkan oleh dosen Pembimbing Akademik dengan persetujuan ketua program studi dan sepengetahuan Ketua STIE Al - Khairiyah.
    2. Jumlah tatap muka dosen dan mahasiswa 16 kali pertemuan termasuk UTS dan UAS
    3. Beban studi yang ditawarkan tidak lebih dari 10 SKS
    4. Mata kuliah yang ditawarkan harus juga ditawarkan dalam semester ganjil dan genap
    5. Semester pendek dapat diikuti oleh mahasiswa yang memiliki indeks prestasi kumulatif minimal 2.50 (dua koma lima nol)
    6. Mata kuliah yang ditawarkan pada semester pendek dapat pula diikuti oleh mahasiswa yang menempuh mata kuliah tersebut dengan nilai huruf D atau tidak lulus dan C
    7. Semester pendek dilaksanakan antara akhir semester genap dan awal semester ganjil
    8. Nilai yang diperoleh pada kuliah alih semester atau semester pendek akan diperhitungkan pada semester gasal atau ganjil berikutnya.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Ubah, Batal Dan Tambahan Mata Kuliah

     

    S

    etelah perkuliahan dimulai, seorang mahasiswa dapat mengubah mata kuliah yang diambil baik dalam arti membatalkan suatu mata kuliah yang telah dinyatakan akan diambil dan menggantikannya atau menambah dengan mata kuliah lain, ataupun membatalkan suatu mata kuliah yang telah diambil tanpa menggantikannya dengan mata kuliah yang lain. Semua itu dicatat dalam KRS-nya. Pelaksanaan Ubah, Batal, dan tambah Mata kuliah berlangsung selama satu minggu sesudah perkuliahan berlangsung. Setelah masa ubah, batal dan tambah mata kuliah berakhir, mahasiswa tidak diperkenankan lagi melakukan ubah, batal dan tambah mata kuliah.

     

     

    Ujian

     

    D

    alam satu semester tiap mata kuliah diwajibkan menyelenggarakan sekurang-kurangnya dua kali ujian yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). UTS dan UAS dilaksanakan oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan sesuai jadwal ujian yang dikeluarkan oleh ketua program studi. Mahasiswa diperbolehkan mengikuti ujian suatu mata kuliah jika telah mengikuti sekurang-kurangnya 75% perkuliahan.

     

     

    Tujuan UTS dan UAS

     

    Penyelenggaraan yang dimaksud untuk :

    1.  Menilai apakah mahasiswa telah memahami atau menguasai bahan bahasan yang disajikan dalam kuliah
    2. Mengelompokkan mahasiswa ke dalam beberapa golongan berdasarkan kemampuan
    3. Menilai apakah bahan kuliah disajikan sesuai dengan kurikulum dan
    4. Apakah cara penyajian dosen cukup baik

    UTS diadakan setelah selesai pembahasan beberapa pokok bahasan sesuai dengan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan UAS diadakan setelah semua bahan perkuliahan dalam semester tersebut selesai. Ujian dapat dilaksanakan dalam bentuk ujian tertulis, ujian lisan, ujian seminar, pemberian tugas, penulisan karangan, sesuai dengan jenis mata kuliah dan tujuan kurikuler.

     

    Pelaksanaan Ujian Semester

     

    UTS diselenggarakan secara serentak menurut jadwal yang telah ditetapkan. UAS diadakan menurut jadwal sesuai dengan kelender akademik. Jadwal ujian diumumkan bersamaan dengan pengumuman jadwal perkuliahan. Mahasiswa yang tertimpa musibah sehingga tidak bisa mengikuti UTS, UAS dan tugas-tugas akademik lainnya, akan mendapatkan nilai atau tanda T (Tidak lengkap) pada KNS (Kartu Nilai Sementara). Nilai T ini harus diperbaiki mahasiswa sebelum akhir masa pengisian KRS semester berikutnya. Apabila tidak diperbaiki, nilai T tersebut akan diubah menjadi nilai E dalam KHS. Matakuliah yang nilainya terlambat diserahkan oleh dosen yang bersangkutan, akan diberi tanda I dalam KHS. Ujian ulangan untuk perbaikan nilai tidak diadakan. Setiap mahasiswa diijinkan mengikuti Ujian Akhir Semester satu mata kuliah bila ia hadir sekurang-kurangnya 75% dari kegiatan kuliah atau latihan tersebut selama satu semester.

     

    Ujian Mandiri

     

    Mahasiswa yang bermaksud memperbaiki nilai suatu mata kuliah yang diperoleh melalui ujian semester, diberi kesempatan menempuh ujian mandiri. Ujian Mandiri dapat ditempuh setiap saat apabila mahasiswa yang bersangkutan telah siap menempuh ujian.

    Tata Tertib Ujian Semester

    1. Dalam satu semester tiap mata kuliah diwajibkan menyelenggarakan sekurang-kurangnya dua kali ujian, yaitu ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
    2. Ujian tengah semester dan ujian akhir semester dilaksanakan oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan sesuai dengan jadwal ujian yang diterbitkan oleh ketua program studi.
    3. Dosen harus mengumumkan nilai hasil kuis atau ujian, selambat-lambatnya satu minggu setelah kuis atau ujian.
    4. Pengecekan kebenaran nilai kuis dan ujian oleh mahasiswa kepada dosen apabila ada, harus dilaksanakan selambat-lambatnya dalam dua hari setelah pengumuman nilai.
    5. Mahasiswa diperbolehkan mengikuti ujian akhir suatu mata kuliah jika telah mengikuti sekurang-kurangnya 75%  kuliah.
    6. Mahasiswa yang berhalangan mengikuti ujian dalam waktu yang telah ditentukan harus memberitahukan secara tertulis kepada dosen mata kuliah pada hari itu juga, dan selanjutnya meminta surat tidak mengikuti ujian dari Ketua panitia ujian.
    7. Mahasiswa yang tidak mengikuti ujian sesuai dengan jadwal karena suatu alasan yang sah berhak diberi ujian susulan.
    8. Mahasiswa peserta ujian dan pengawas harus sudah siap di luar ruangan ujian sebelum ujian dimulai dan tidak diperkenankan memasuki ruangan ujian sebelum dipersilahkan oleh pengawas ujian.
    9. Mahasiswa peserta ujian harus membawa kartu mahasiswa atau keterangan lain yang sah yang dikeluarkan oleh BAAK. Mahasiswa peserta ujian yang tidak membawa kartu ujian atau keterangan lain yang sah tidak diperkenankan mengikuti ujian.
    10. Ujian diawasi oleh dosen mata kuliah dibantu oleh asisten atau pengawas lain yang ditunjuk oleh Ketua Program studi
    11. Mahasiswa peserta ujian hanya dapat membawa alat tulis ke tempat duduk. Alat-alat lain hanya boleh dibawa bila diizinkan oleh pengawas.
    12.  Mahasiswa peserta ujian harus berpakaian rapi, bersih, dan sopan
    13. Mahasiswa peserta ujian wajib mengisi daftar hadir ujian yang telah disiapkan oleh pengawas ujian. Mahasiswa peserta ujian yang tidak mengisi daftar hadir dianggap tidak mengikuti ujian yang bersangkutan.
    14. Mahasiswa peserta ujian yang terlambat datang lebih dari 15 menit setelah ujian dimulai, tidak diperkenankan mengikuti ujian.
    15. Selama ujian berlangsung, peserta dan pengawas tidak diperkenankan merokok di ruang ujian dan melakukan tindakan lain yang dapat mengganggu kelancaran ujian.
    16. Selama ujian berlangsung, peserta ujian tidak diperkenankan melakukan tindak kecurangan (mencontoh, memberitahu, bertanya kepada peserta lain, mengintimidasi) dan meninggalkan ruang ujian tanpa izin pengawas.
    17. Segala hal yang diperlukan selama ujian berlangsung dapat diusahakan melalui pengawas ujian. Untuk hal tersebut, peserta harus memberi isyarat kepada pengawas ujian dengan mengangkat tangan.
    18. Peserta ujian yang telah menyelesaikan pekerjaan ujian sebelum habis waktu ujian menyerahkan pekerjaannya kepada pengawas ujian dan meninggalkan ruangan ujian dengan ijin pengawas.
    19. Peserta ujian yang belum selesai dengan pekerjaannya setelah waktu habis, harus menghentikan pekerjaannya dengan segera.
    20. Tiap pelanggaran terhadap tata tertib ujian akan mendapatkan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran.
    21. Yang boleh berada di dalam ruang ujian adalah peserta ujian dan pengawas ujian. Kehadiran pihak lain harus ijin pengawas.

    Sanksi Pelanggaran Ujian

     

    Terhadap peserta ujian yang melanggar tata tertib ujian dapat diambil tindakan sebagai berikut :

    1.  Pengawas ujian berwenang untuk menegur dan atau mengeluarkan mahasiswa yang melanggar tata tertib ujian
    2. Dosen pengawas dan ketua program studi berwenang mengurangi nilai dan atau menyatakan kertas ujian sebagainya tidak sah.

     

     

    Ujian Ulang

     

    1. Ujian Ulang adalah ujian untuk suatu mata kuliah tertentu yang diselenggarakan setelah pelaksanaan ujian akhir semester (UAS) dan setelah nilai akhir mata kuliah diumumkan.
    2. Mahasiswa yang mendapatkan nilai D atau E dalam suatu mata kuliah dapat diberikan ujian ulang dengan persetujuan dosen pengampu mata kuliah dan Ketua Program studi. Ujian ulang hanya dapat dilaksanakan satu kali, kecuali bagi mahasiswa yang masa studinya hampir habis dapat mengambil ujian ulang maksimum sampai tiga kali.
    3. Ujian ulang dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam kalender akademik oleh BAAK. Nilai hasil ujian ulang dikirimkan oleh dosen penanggung jawab mata kuliah yang bersangkutan selambat-lambatnya satu minggu setelah ujian ulang dilaksanakan. Nilai yang diperhitungkan dalam IP adalah nilai yang terbaik setelah pengulangan ujian dengan huruf mutu maksimum C.

     

    Jadwal Ujian

     

    T

    iga atau dua minggu sebelum Ujian Tengah Semester / Akhir Semester dimulai, BAAK mengumumkan Jadwal Ujian Tengah Semester / Akhir Semester per kelas untuk semua program studi. Jadwal ujian dapat ditempel di papan pengumuman kampus. Bersamaan dengan pengumuman Jadwal Ujian, akan diumumkan juga tentang Tata Tertib Ujian dan Pengumuman lain yang berhubungan dengan ujian.

    Hal-hal yang berkaitan dengan Ujian, adalah :

    1. Presensi Kuliah

    Setiap mahasiswa mengikuti ujian suatu mata kuliah jika ia hadir sekurang-kurangnya 75% dari kegiatan kuliah tertentu.

    1. Tata Tertib Ujian

    Tata Tertib Ujian berisi aturan yang berlaku selama ujian berlangsung. tata Tertib Ujian dapat ditempel di papan pengumuman dan di tiap ruangan kampus, mahasiswa wajib memperhatikan dan mentaati tata tertib ujian.

    1. Ujian Susulan

    Setiap mahasiswa wajib mengikuti ujian sesuai dengan jadwal. Mahasiswa yang tidak hadir pada waktu ujian, karena sesuatu hal, dinyatakan batal ujian. ujian susulan atau ujian tersendiri di luar jadwal yang telah ditentukan, hanya dipertimbangkan untuk diselenggarakan, jika ada kasus yang sangat khusus.

    1. Jadwal Ujian Bentrok

    Mahasiswa yang mengambil mata kuliah di kelas yang lebih atas atau mengulang di kelas yang lebih bawah, ada kemungkinan jadwal ujiannya bentrok (dua atau lebih mata ujian bersamaan waktu ujiannya). Bagi mahasiswa yang jadwal ujiannya bentrok, maka wajib melapor dan mengisi formulir yang disediakan oleh BAAK dengan batas waktu yang ditentukan (batas waktu dan syarat pelaporan dapat dilihat pada pengumuman).

     

    Pengurusan Ujian Bentrok

     

    M

    ahasiswa yang mengambil mata kuliah di kelas yang lebih atas atau mengulang di kelas yang lebih bawah, ada kemungkinan jadwal ujiannya bentrok, maka mahasiswa wajib melapor dan mengisi formulir yang disediakan oleh BAAK sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.

    Prosedur pengurusan ujian bentrok, adalah sebagai berikut :

    1. Isilah form pengurusan ujian bentrok dengan lengkap dan benar (kesalahan pengisian tidak menjadi tanggung jawab BAAK)
    2. Jika dalam satu hari terdapat lebih dari dua mata kuliah, isilah seluruh jadwal ujian yang akan diikuti pada hari tersebut
    3. Periksalah kembali data isian Anda
    4. Setelah mengisi form, perhatikan petunjuk untuk langkah selanjutnya
    5. Untuk pengambilan surat keterangan ujian bentrok di BAAK, diwajibkan membawa “Lembar Pengisian Form Pengurusan Ujian Bentrok”
    6. Jadwal dapat diambil satu hari sebelum ujian dimulai di BAAK
    PMB Online
    Agenda Terbaru
    Statistik Pengunjung
  • IP address : 54.82.56.95
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Link Terkait
    Berita Kemahasiswaan

    KULIAH KERJA MANDIRI (KKM)

    2016-01-26 - 10:59:am | Kategori Kemahasiswaan | oleh admin

    KULIAH KERJA MAHASISWWA ANGKATAN 5

    12

    .....Baca Selanjutnya

    AGENDA KEGIATAN KKM 2015

    2015-09-30 - 10:38:am | Kategori Kemahasiswaan | oleh admin

    1. Pendaftaran Formulir Sampai Hari Senin,tgl 28 September 2015

    2. Pembentukan Kelompok Pelaksanaan Dan Investor Tgl  29 Sept.....Baca Selanjutnya

    Berita Kegiatan

    SEMINAR PERSONAL

    2016-04-27 - 12:42:pm | Kategori Kegiatan | oleh admin

    SEMINAR PERSONAL BRANDING

    TEMA :
    BE BETTER ,BE CONTIDENT, BECAUSE THE BEAUTY IS YOU
    Lokasi :Aula Kampus Al-khairiyah C.....Baca Selanjutnya

    GEBYAR CILEGON BUSINESS SCHOOL FASHION STREET 2016

    2016-03-16 - 09:08:am | Kategori Kegiatan | oleh admin

    GEBYAR CILEGON BUSINESS SCHOOLBaca Selanjutnya

    Berita Akademik

    STIE AL-KHAIRIYAH CILEGON "JUMLING"

    2016-01-28 - 01:30:pm | Kategori Akademik | oleh admin

    STIE AL-KHAIRIYAH CILEGON  JUMLING (jum’at keliling ) dilaksanak.....Baca Selanjutnya

    PENGUMUMAN UJIAN

    2015-10-01 - 04:45:pm | Kategori Akademik | oleh admin
    • BAGI MAHASISWA REGULAR MALAM DAN NON REGULAR MENGUMPULKAN FORMULIR DAN SURAT KETERANGAN KERJA MAKA  SEBAGAI INVEST.....Baca Selanjutnya
    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Khairiyah Cilegon
    Jl. H. Enggus Arja No. 1, Citangkil, Cilegon, Banten
    Telp: 0254-376653 fax :0254-376653 email : info@stiealkhairiyah.ac.id